Model Pembelajaran Discovery Learning dan Penerapannya Karya Nuryakin, M.Pd.





 Buku Karya Nuryakin, M.Pd.  berjudul Modekl Pembelajaran Discovery Learning  

 Penerbit  Tata Akbar 

Pembelajaran penemuan atau discovery learning merupakan pembelajaran berbasis inkuiri dan termasuk berbasis konstruktivis. Pembelajaran penemuan dikemukakan oleh Jerome S. Bruner, seorang ahli psikologi perkembangan dan ahli psikologi belajar kogniif.

Langkahnya :

Penerapan Discovery Learning dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Setelah Mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mengawali pembelajaran discovery dicontohkan penerapan Discovery Learning dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai berikut:

1. Fase Stimulasi

Fase ini dapat dilakukan dengan kegiatan pembelajaran dimulai dengan guru mengajukan pertanyaan, contoh-contoh atau referensi lainnya dan penjelasan singkat yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.

Tahap ini berfungsi untuk menyiapkan kondisi belajar yang dapat membantu siswa dalam mengeksplorasi bahan ajar. Siswa dihadapkan dengan pertanyaan atau persoalan relevan untuk menumbuhkan keinginan untuk menyelidiki dan mencari tahu sendiri jawabannya.

2. Fase Identifikasi Masalah

Pada fase identifikasi masalah dapat dicoba dengan memulai dari guru yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan pendapat atau jawaban sementara terkait dengan topik pembahasan.

3. Fase pengumpulan Data

Fase pengumpulan data ini dimulai dengan memberikan kesempatan siswa mengumpulkan data yang relevan sebanyak-banyaknya. Ini untuk membuktikan apakah jawaban sementara yang mereka berikan sudah tepat atau belum. Hal ini dapat dilakukan dengan membaca buku atau sumber daring, mengamati objek, eksperimen, dan hal lainnya yang masih sejalan dengan proses belajar-mengajar.

4. Fase pengolahan data

Dalam fase ini, kegiatan pengolahan data yang didapatkan melalui pengumpulan data kemudian ditafsirkan.

5. Fase pembuktian

Fase ini memiliki kegiatan presentasi dari hasil pengolahan data masing-masing kelompoknya di hadapan para siswa. Siswa yang lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan, kritik dan saran, serta pertanyaan.

6. Fase generalisasi

Fase ini memberikan kesempatan pada siswa untuk menarik kesimpulan dengan bimbingan dan tuntunan guru. Tuntunan tersebut dapat menjadi hasil yang dipresentasikan untuk mendapatkan suatu gambaran umum atau jawaban atas persoalan yang dihadapi dan disetujui oleh setiap kelompok.

7. Fase penutup

Fase ini adalah proses terakhir yang berisi ulasan kembali materi yang telah dipelajari bersama sama oleh siswa dan memberikan koreksi jika diperlukan serta rekomendasi dari proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Pesan bukunya dapat menghubungi 0813-1247-7183


Komentar