Mengenal Pendekatan Pembelajaran Realisthic Matemathic Education (RME) dan Penerapannya

Mengenal Pendekatan Pembelajaran

Realisthic Matemathic Education (RME) dan Penerapannya
Karya: Resti Fitriyani, S.Pd.


Tema yang diangkat dalam dalam buku ini adalah mengenai Pendekatan Pembelajaran Realisthic Mathematic Education. RME merupakan salah satu pendekatan pembelajaran dalam pendidikan matematika yang berdasarkan pada ide bahwa matematika adalah aktivitas manusia dan matematika harus dihubungkan secara nyata terhadap konteks kehidupan sehari-hari peserta didik sebagai suatu sumber pengembangan dan sebagai area aplikasi melalui proses matematisasi baik horizontal maupun vertikal. Penerapan RME dapat diaplikasikan dalam berbagai jenis muatan pelajaran, yang tentu saja penerapannya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

DAFTAR ISI

Prakata Penulis

Daftar Isi

Bagian I : Pembuka

Bagian II : Pendekatan Pembelajaran RME

Bagian III : Sintak Pendekatan Pembelajaran RME

Bagian IV : Hasil Belajar Peserta Didik

Bagian V : Penerapan Pendekatan RME di Kelas

Bagian VI : Contoh Pelaksanaan Penelitian Perbaikan Pembelajaran

Bagian VII : Penutup

Daftar Pustaka

Bagian I

PembukaUpaya untuk meningkatkan mutu pendidikan perlu dilakukan secara menyeluruh meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai. Pengembangan aspek-aspek tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan kecakapan hidup melalui seperangkat kompetensi agar peserta didik dapat bertahan hidup, menyesuaikan diri dan berhasil di masa mendatang. Sekolah Dasar khususnya berfungsi menanamkan kemampuan dan keterampilan dasar untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat selanjutnya maupun memberi bekal kemampuan kepada peserta didik untuk mengembangkan diri sesuai dengan minat, bakat dan kondisi lingkungan. Keberhasilan pendidikan di Sekolah Dasar sangat menentukan keberhasilan pendidikan di tingkat selanjutnya. Untuk mewujudkan keberhasilan pendidikan tersebut, kegiatan pembelajaran di Sekolah Dasar harus dilaksanakan dan diterapkan secara optimal. Oleh karena itu, guru sebagai seorang pendidik harus memperhatikan pendekatan mengajar yang baik untuk memperoleh kualitas pendidikan dalam rangka meningkatkan prestasi belajar peserta didik dengan mengoptimalkan sumber-sumber daya pendidikan yang tersedia. Dengan menerapkan pendekatan, guru hendaknya merancang dan melaksanakan pembelajaran dengan memperhatikan hubungan antar komponen pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. (Anitah, 2014)

Guru dalam dunia pendidikan sering menemukan permasalahan mengenai bagaimana seharusnya memberikan pembelajaran yang baik kepada anak didiknya. Selain itu, kurangnya kesadaran peserta didik bahwa aturan-aturan yang ada pada materi tersebut mengajarkan untuk berpikir logis, rasional, kritis, cermat,efisien, efektif yang akan berguna pada era yang akan datang. Oleh sebab itu pendidik harus merubah proses pembelajaran yang dapat mengatasi berbagai kesulitan belajar peserta didik seperti metode, pendekatan, dan alat (media belajar). Hal ini sangat diperlukan agar dapat membangkitkan gairah dan minat peserta didik sehingga kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik.

Teori mengajar menurut Gagne adalah, pendisiplinan suatu keadaan dalam kondisi belajarnya para peserta didik. Di sini peran guru dalam pembelajaran tidak begitu memiliki peran yang sangat signifikan. Pasalnya para peserta didik atau peserta didik tersebutlah yang seharusnya mencari sendiri tentang segala sesuatu yang hendak mereka pelajari. Peran guru hanyalah sebagai pendamping, dan dalam pendampingan tersebut guru memiliki peran sebagai : Motivator, Pengarah minat para peserta didik dalam memfokuskan pembelajaran, dan yang terakhir adalah penentu proses belajar yang diselenggarakan dalam evaluasi dari hasil belajar para peserta didik. (http://perahujagad.blogspot.co.id, 2015).

Berdasarkan teori tersebut dijelaskan bahwa peran guru saat proses pembelajaran adalah sebagai fasilitator untuk menjadi motivator, pengarah minat serta penentu proses belajar, sehingga hasil belajar akan tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Guru dapat meningkatkan seluruh kemampuan peserta didik ke arah yang positif melalui proses pembelajaran, karena dalam belajar terdapat proses yang dapat membawa perubahan bagi peserta didik, baik perubahan pengetahuan, sikap maupun keterampilan. (Nuryanti, 2009).

Tujuan buku ini diantaranya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan pendekatan Realisthic Matemathic Education (RME), dan untuk mengetahui keterlaksanaan pendekatan Realisthic Matemathic Education (RME) dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan tujuan di atas, maka penulis agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Dengan adanya penerapan pendekatan RME, kesulitan dalam proses pembelajaran (baik pendekatan, strategi, metode, konsep dan lain-lain) akan dengan cepat dianalisis, sehingga kesalahan dan kesulitan tersebut tidak akan berlarut-larut sehingga pembelajaran akan mudah dilaksanakan, menarik dan hasil belajar peserta didik diharapkan akan meningkat.

Selain itu, guru dapat berkembang dan meningkatkan kinerjanya secara profesional, karena guru mampu menilai, merefleksi diri dan mampu memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya. Dalam hal ini guru bukan lagi seorang praktisi yang sudah merasa puas terhadap apa yang dikerjakan selama ini, namun juga sebagai peneliti di bidangnya yang selalu ingin melakukan perbaikan-perbaikan pembelajaran yang inovatif dan kreatif.

Di samping itu, sekolah pun dapat meningkatkan mutu isi, masukan, proses dan hasil pendidikan pembelajaran di sekolah, memberikan nilai tambah (value added) yang positif bagi sekolah serta menumbuh kembangkan budaya ilmiah di lingkungan sekolah, untuk pro aktif dalam melakukan perbaikan atau pembelajaran secara berkelanjutan.


Untuk mendapatkan bukunya hubungi saja 081312477183 

QRCBN 


Bisa pesan di Google Book




Komentar