QRCBN : https://www.qrcbn.com/check/62-512-4870-715
Pendidikan Inklusif adalah sistem layanan pendidikan yang mengatur agar siswa dapat dilayani di sekolah terdekat, di kelas reguler bersama-sama teman seusianya. Tanpa harus dikhususkan kelasnya, siswa dapat belajar bersama dengan aksesibilitas yang mendukung untuk semua siswa tanpa terkecuali difabel.
Pendidikan inklusif adalah pendidikan yang memberikan kesempatan bagi peserta didik dengan berbagai kemampuan untuk tumbuh dan belajar. Orang tua dan peserta didik mendapatkan akses informasi yang akurat terkait perkembangan pembelajaran melalui penilaian formatif dan sumatif setiap peserta didik yang berkelanjutan.
- Kelas reguler (inklusi penuh). ...
- Kelas reguler dengan kluster. ...
- Kelas reguler dengan kluster dan pull out. ...
- Kelas khusus dengan berbagai pengintegrasian. ...
- Kelas khusus penuh.
Prinsip Pembelajaran Inklusif
Ada dua prinsip pembelajaran inklusif yang diterapkan, yakni prinsip umum dan prinsip khusus. Berikut penjelasannya:
Prinsip Umum
Prinsip Konteks
Jadi melalui prinsip ini, para tenaga didik dapat menjelaskan materi sesuai dengan konteks yang ada di lingkungan sehari-hari siswa.
Prinsip Motivasi
Para tenaga didik harus memberikan motivasi terhadap para siswa agar selalu termotivasi untuk mendapatkan pendidikan atau belajar.
Prinsip Keterarahan
Tenaga didik juga harus bisa memberikan arahan agar tujuan dari pembelajaran dapat tepat sasaran.
Prinsip Hubungan Sosial
Tenaga didik harus bisa membuat para siswa yang memiliki latar belakang berbeda supaya bisa berinteraksi secara aktif baik dengan sesama siswa maupun guru.
Prinsip Pemecahan Masalah
Prinsip ini berarti tenaga didik juga harus bisa membuat para peserta didik mampu membuat solusi ketika mendapatkan masalah.
Prinsip Individualisasi
Tenaga didik diharapkan bisa membuat para peserta didik dapat hidup mandiri.
Prinsip Belajar Sambil Bekerja
Jadi tenaga didik bisa mengajak siswa untuk melakukan percobaan-percobaan supaya bisa menemukan hal-hal baru.
Prinsip Menemukan
Tenaga didik dituntut untuk mendorong siswa supaya bisa terlibat aktif dalam hal mental, sosial, maupun emosional.
Prinsip Khusus
Prinsip khusus ini terkait dengan pelaksanaan pembelajaran yang menyesuaikan dengan kondisi anak berkebutuhan khusus seperti tunanetra, tunarungu, CIBI, tunagrahita, tunadaksa, serta tunalaras.
Tunarungu
Prinsipnya adalah pendidikan inklusif dapat memperhatikan keterarahan suara dan wajah, serta keperagaan.
Tunanetra
Prinsip yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah prinsip kekonkritan, pengalaman, dan belajar sambil praktek.
CIBI
Dalam hal ini, prinsip yang diperhatikan mengenai akselerasi belajar dan pengayaan.
Tunagrahita
Prinsip yang diperhatikan adalah prinsip kasih sayang, rehabilitasi, dan keperagaan.
Tuna Daksa
Prinsip yang diperhatikan adalah pelayanan medis seperti terapi.
Tunalaras
Prinsip yang diperhatikan adalah prinsip kebutuhan, kebebasan yang diarahkan, prinsip kekeluargaan, prinsip setia kawan, serta prinsip disiplin.
Karakteristik Pendidikan Inklusif
Pendidikan inklusif memiliki beberapa karakteristik, di antaranya:
- Pendidikan inklusif harus ramah dan hangat sehingga dapat memberikan rasa nyaman terhadap para peserta didik yang memiliki perbedaan latar belakang atau kondisi.
- Pendidik dan tenaga didik memiliki latar belakang serta kemampuan yang berbeda.
- Dalam prakteknya, pendidikan inklusif semestinya memberlakukan tempat duduk yang bervariasi agar bisa saling membaur satu sama lain.
- Materi dan metode pembelajaran dari pendidikan inklusif bervariasi agar lebih menarik dan menyenangkan.
- Tenaga didik memiliki rencana harian yang akan digunakan untuk media pembelajaran.
- Penilaian mengenai karya anak peserta pendidikan eksklusif dapat dilakukan dalam kurun waktu tertentu.
.png)
Komentar
Posting Komentar