Pendidikan Inklusi , Karya Siti Saroh, M.Pd.



QRCBN : https://www.qrcbn.com/check/62-512-4870-715

Pendidikan Inklusi , Karya Siti Saroh, M.Pd. 

Pendidikan Inklusif adalah sistem layanan pendidikan yang mengatur agar siswa dapat dilayani di sekolah terdekat, di kelas reguler bersama-sama teman seusianya. Tanpa harus dikhususkan kelasnya, siswa dapat belajar bersama dengan aksesibilitas yang mendukung untuk semua siswa tanpa terkecuali difabel.


Pendidikan inklusif adalah pendidikan yang memberikan kesempatan bagi peserta didik dengan berbagai kemampuan untuk tumbuh dan belajar. Orang tua dan peserta didik mendapatkan akses informasi yang akurat terkait perkembangan pembelajaran melalui penilaian formatif dan sumatif setiap peserta didik yang berkelanjutan.

Tujuan Pendidikan Inklusif

Pendidikan inklusif ini sebenarnya sudah tercantum dalam undang-undang terkait dengan sistem pendidikan nasional. Jadi tujuan pendidikan inklusif antara lain: 

  1. Memenuhi hak asasi manusia untuk mendapatkan pendidikan yang setara. 
  2. Meningkatkan kepercayaan diri anak-anak, baik itu berkebutuhan khusus maupun tidak.
  3. Menumbuhkan rasa toleransi terhadap perbedaan terhadap anak-anak.
  4. Semua peserta didik dapat membaur menjadi satu sehingga tercipta interaksi aktif. 
  5. Bagi pendidik, para pendidik akan mendapatkan pengetahuan mengenai pembelajaran kepada siswa dengan latar belakang Indonesia.
  6. Mampu memberikan pendidikan terhadap seluruh siswa dengan latar belakang yang berbeda. 
  7. Dapat mengembangkan gagasan baru agar bisa diaplikasikan ke lingkungan masyarakat. 

Apa saja model pendidikan inklusif?

Model-model Pendidikan Inklusif
  • Kelas reguler (inklusi penuh). ...
  • Kelas reguler dengan kluster. ...
  • Kelas reguler dengan kluster dan pull out. ...
  • Kelas khusus dengan berbagai pengintegrasian. ...
  • Kelas khusus penuh.

Prinsip Pembelajaran Inklusif

Ada dua prinsip pembelajaran inklusif yang diterapkan, yakni prinsip umum dan prinsip khusus. Berikut penjelasannya: 

Prinsip Umum

  • Prinsip Konteks

Jadi melalui prinsip ini, para tenaga didik dapat menjelaskan materi sesuai dengan konteks yang ada di lingkungan sehari-hari siswa. 

  • Prinsip Motivasi

Para tenaga didik harus memberikan motivasi terhadap para siswa agar selalu termotivasi untuk mendapatkan pendidikan atau belajar.

  • Prinsip Keterarahan

Tenaga didik juga harus bisa memberikan arahan agar tujuan dari pembelajaran dapat tepat sasaran. 

  • Prinsip Hubungan Sosial

Tenaga didik harus bisa membuat para siswa yang memiliki latar belakang berbeda supaya bisa berinteraksi secara aktif baik dengan sesama siswa maupun guru.

  • Prinsip Pemecahan Masalah

Prinsip ini berarti tenaga didik juga harus bisa membuat para peserta didik mampu membuat solusi ketika mendapatkan masalah.

  • Prinsip Individualisasi

Tenaga didik diharapkan bisa membuat para peserta didik dapat hidup mandiri. 

  • Prinsip Belajar Sambil Bekerja

Jadi tenaga didik bisa mengajak siswa untuk melakukan percobaan-percobaan supaya bisa menemukan hal-hal baru. 

  • Prinsip Menemukan

Tenaga didik dituntut untuk mendorong siswa supaya bisa terlibat aktif dalam hal mental, sosial, maupun emosional.

Prinsip Khusus

Prinsip khusus  ini terkait dengan pelaksanaan pembelajaran yang menyesuaikan dengan kondisi anak berkebutuhan khusus seperti tunanetra, tunarungu, CIBI, tunagrahita, tunadaksa, serta tunalaras. 

  • Tunarungu

Prinsipnya adalah pendidikan inklusif dapat memperhatikan keterarahan suara dan wajah, serta keperagaan. 

  • Tunanetra

Prinsip yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah prinsip kekonkritan, pengalaman, dan belajar sambil praktek.

  • CIBI

Dalam hal ini, prinsip yang diperhatikan mengenai akselerasi belajar dan pengayaan.

  • Tunagrahita

Prinsip yang diperhatikan adalah prinsip kasih sayang, rehabilitasi, dan keperagaan.

  • Tuna Daksa

Prinsip yang diperhatikan adalah pelayanan medis seperti terapi.

  • Tunalaras

Prinsip yang diperhatikan adalah prinsip kebutuhan, kebebasan yang diarahkan, prinsip kekeluargaan, prinsip setia kawan, serta prinsip disiplin.

Karakteristik Pendidikan Inklusif

Pendidikan inklusif memiliki beberapa karakteristik, di antaranya: 

  1. Pendidikan inklusif harus ramah dan hangat sehingga dapat memberikan rasa nyaman terhadap para peserta didik yang memiliki perbedaan latar belakang atau kondisi. 
  2. Pendidik dan tenaga didik memiliki latar belakang serta kemampuan yang berbeda. 
  3. Dalam prakteknya, pendidikan inklusif semestinya memberlakukan tempat duduk yang bervariasi agar bisa saling membaur satu sama lain. 
  4. Materi dan metode pembelajaran dari pendidikan inklusif bervariasi agar lebih menarik dan menyenangkan. 
  5. Tenaga didik memiliki rencana harian yang akan digunakan untuk media pembelajaran. 
  6. Penilaian mengenai karya anak peserta pendidikan eksklusif dapat dilakukan dalam kurun waktu tertentu. 
Referensi Beragam Sumber 

Komentar