MOLAR MimPin Sebuah Model Pembelajaran

 

MOLAR MimPin Sebuah Model Pembelajaran.
Penulis : Wenny Wijayanti, M.Pd.


Molar MiMPin merupakan akronim dari Model Pembelajaran Mind Mapping. Mind Mapping yang menggunakan bahasa gambar dapat membantu siswa dalam menyusun, mengembangkan, dan mengingatin formasi yang telah dipelajari. Dalam buku ini  penulis  mengemukakan bagaimana menerapkan di kelasnya. Penukis ucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga  buku ini terbit.

        Penulis menerima kritik membangun dari pembaca, yang akan membantu lebih berkualitasnya buku ini yang akan memiliki kebermanfaatan dalam dunia pendidikan. Terimakasih, salam Literasi.

Mind mapping merupakan metode mencatat kreatif yang memudahkan kita dalam mengingat banyak informasi. Catatan tersebut membentuk sebuah pola gagasan yang saling berkaitan, dengan topik utama di tengah sedangkan subtopik dan perincian menjadi cabang - cabangnya. Mind mapping terbaik adalah mind mapping yang warna- warni dan menggunakan banyak gambar dan simbol.

Deporter & Hernacki (2008: 152) juga menyatakan bahwa mind mapping adalah metode pembelajaran yang menggunakan pengingat- pengingat visual dan sensorik dalam suatu pola dari ide-ide yang  berkaitan, seperti peta jalan yang digunakan untuk belajar, mengorganisasikan, dan merencanakan sehingga dapat membangkitkan ide-ide orisinal dan memicu ingatan yang mudah.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Sani (2014:240) menjelaskan bahwa mind mapping merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang digunakan melatih kemampuan menyajikan isi (content) materi dengan pemetaan pikiran. Hasil mind mapping berupa mind map. Mind map adalah suatu diagram yang digunakan untuk mempresentasikan kata-kata, ide-ide, tugas-tugas, ataupun suatu yang lainnya yang dikaitkan dan disusun mengelilingi kata kunci ide utama.

Pendapat lain juga dikemukakan Gelb dalam Buzan (2007:179) yang berpendapat bahwa mind mapping dapat diartikan sebagai sistem revolusioner dalam perencanaan dan pembuatan catatan yang pembuatannya didasarkan pada cara kerja alamiah otak dan mampu menyalakan percikan-percikan kreativitas dalam otak karena melibatkan kedua belahan otak kita.

Sesuai dengan pernyataan di atas, Swadarma (2013: 3) juga berpendapat bahwa mind mapping merupakan alat organisasional yang bekerja sesuai dengan mekanisme kerja otak sehingga dapat memasukan dan mengeluarkan informasi dari dan ke dalam otak dengan mudah.

Menanggapi hal tersebut, Olivia (2014: 13) mengemukakan bahwa mind mapping merupakan bentuk catatan yang tidak monoton karena mind mapping memadukan fungsi kerja otak secara bersamaan dan saling berkaitan satu sama lain. Dengan begitu, akan terjadi keseimbangan kerja kedua belahan otak. Otak dapat menerima informasi berupa gambar, simbol, citra, musik, dan lain-lain yang berhubungan dengan fungsi kerja otak kanan. Sedangkan, informasi yang berupa tulisan, urutan penulisan, dan hubungan antarkata berhubungan dengan fungsi otak kiri.

Berdasarkan beberapa informasi yang telah disampaikan, fungsi otak kanan dan otak kiri dapat diperjelas melalui tabel berikut.

   Tabel 2.1 Fungsi otak kanan dan otak kiri dalam mind mapping.

Otak Kiri

Otak Kanan

                    Tulisan       

Warna

Urutan Penulisan

Gambar

Hubungan antar kata

dimensi

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas, maka  peneliti  dapat menyimpulkan bahwa mind mapping merupakan salah satu metode pembelajaran kreatif yang dapat membantu siswa dalam pencapaian tujuan belajar. Hal ini bisa berupa peningkatan kemampuan mengingat informasi dan pemahaman materi pembelajaran melalui kegiatan mencatat yang menarik, efektif, dan efisien dengan menggunakan warna, simbol, gambar, tulisan, dan lain sebagainya.

Karakteristik Molar MiMPin

Molar MiMPin atau model pembelajaran mind mapping merupakan suatu metode yang dalam prosesnya menggunakan gambar-gambar atau simbol-simbol serta berbagai warna. Hal tersebut dapat melibatkan kerja otak kanan dan kiri akibatnya muncul sebuah emosi, kesenangan, dan kreativitas seseorang. Kebanyakan siswa cenderung lebih mudah belajar secara visual dan lebih mudah mengingat tentang apa yang telah dilihat. Pembelajaran di sekolah akan menjadi lebih menarik perhatian siswa jika dilengkapi dengan gambar-gambar, simbol- simbol, ataupun ilustrasi lainnya seperti pada pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan metode mind mapping.

Oleh karena itu, dalam metode mind mapping terdapat beberapa karakteristik. Swadarma (2013: 10) menyatakan bahwa terdapat tujuh karakteristik pokok dari mind mapping. Karakteristik tersebut meliputi: (10)                   Kertas, menggunakan kertas putih polos berorientasi landscape; (2) Warna, menggunakan spidol warna-warni dengan jumlah warna sekitar 2-7 warna, sehingga di setiap cabang berbeda warna; (3)Garis, menggunakan garis lengkung yang bentuknya mengecil dari pangkal; (4) Huruf, pada cabang utama yang dimulai dari central image menggunakan huruf kapital, sedangkan pada cabang menggunakan huruf kecil. Posisi antara garis dan huruf sama panjang; (5)                   Keyword, menggunakan kata kunci yang dapat mewakili pesan yang ingin disampaikan; (6)                  Key Image, menggunakan kata bergambar yang memudahkan untuk mengingat; (7)                   Struktur, tema besar di tempatkan di tengah kertas kemudian beri garis memencar ke segala arah untuk sub tema dan keterangan lainnya.

Kegunaan Molar MiMPin

Pada dasarnya, mencatat adalah usaha untuk meningkatkan daya ingat dan memperdalam pemahaman informasi bagi siswa. Begitu juga dengan mind mapping, mind mapping sangat baik digunakan untuk memudahkan siswa dalam penerimaan informasi dengan cepat. Menurut Deporter, dkk., (2014: 225) mind mapping memungkinkan kita untuk dapat mengingat perkataan dan bacaan, meningkatkan pemahaman pada materi, dan memberikan wawasan baru dengan mudah.

Bukan hanya itu, mind mapping juga memiliki beberapa kegunaan dalam proses pembelajaran, Swadarma (2013:8) mengemukakan bahwa kegunaan mind mapping adalah sebagai berikut, yaitu: (1)                   Mengumpulkan data yang hendak digunakan untuk berbagai keperluan secara sistematis; (2) Mengembangkan dan menganalisis ide/pengetahuan seperti yang biasa dilakukan pada saat proses belajar mengajar, meeting, workshop atau rapat; (3) Memudahkan untuk melihat kembali sekaligus mengulang-ulang ide dan gagasan; (4)  Membuat banyak pilihan dari berbagai rute keputusan yang mungkin; (5) Mempermudah proses brainstorming karena ide dan gagasan yang selama ini tidak mudah direkam maka menjadi mudah dituangkan di atas selembar kertas; (6) Dapat melihat gambaran besar dari suatu gagasan, sehingga membantu otak bekerja terhadap gagasan tersebut; (7) Menyederhanakan struktur ide dan gagasan yang semula rumit, panjang, dan tak mudah dilihat menjadi lebih mudah; (8)Menyeleksi informasi berdasarkan sesuatu yang dianggap penting dan sesuai dengan tujuan; (9) Mempercepat dan menambah pemahaman pada saat pembelajaran karena dapat melihat keterkaitan antartopik yang satu dengan yang lainnya; (10)  Mengasah kemampuan kerja otak karena mind mapping penuh dengan unsur kreativitas.


Silahkan bisa miliki bukunya dengan memesan ke  0817613167 atau ke email penerbittataakbar@gmail.com 


 


Komentar