BUKU CATATAN HARIAN
GURU PENGGERAK ITU ASYIK LOH !
QRCBN:
PENULIS: Fithriana
Ritonga, S.Pd.
Editor: Hati Nurahayu, S.Pd.
Penerbit : Tata Akbar
Redaksi
: Soreang Kabupaten Bandung Jawa Barat
Kontak:
081282180370/081713167
Surel:
penerbittataakbar@gmail.com
Ukuran
: 14,8 cm X 21 cm
Tebal
: 100 Halaman
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG – UNDANG
1. Kisahku Menjadi Calon Guru Penggerak
Selamat, Anda dinyatakan Lulus Seleksi Tahap
Pertama Calon Guru Penggerak Angkatan 7. Saat membaca surat kelulusan tahap
pertama rasanya begitu terharu, bagaimana tidak, sempat memutuskan untuk tidak
maju melanjutkan program pendidikan guru penggerak ini jika dikatakan lulus pun
tahap pertama, mengingat kondisi kesehatan yang tidak mendukung setelah
menyelesaikan tes essai tahapan pertama. Awal mula mendengar kata Guru Penggerak
ini adalah saat masa pandemi, saat itu kami di sekolah sedang menyelesaikan
tugas di Laboratorium Komputer, sambil berbincang tentunya dengan memakai
perlengkapan lengkap masker dan jarak yang diatur, saya, Bapak Kepala Sekolah
dan satu orang rekan guru Lainnya yang
biasa disapa kak WO berbincang-bincang mengenai guru penggerak ini, ikutlah
kalian program ini, kata Pak Kepsek saat itu, Akan tetapi saya saat itu masih
mencandai pak Kepsek, aih pak lama kali sampai 9 bulan, yang terbayang saat itu
adalah meninggalkan keluarga selama 9 bulan, siapa yang akan mengurus anak dan
suami saya pak kata saya, begitulah kurangnya informasi saya mengenai program
pendidikan guru penggerak ini, saya hanya menerka-nerka saja. Lalu waktu pun
terus bergulir, akan tetapi alam bawah sadar saya terus ingin mencari tahu
tentang guru penggerak ini. Saya pun sering melihat akun sosial media
kawan-kawan saya yang sudah lulus menjadi Calon guru penggerak saat itu dan
saya tertarik melihat berbagai hal yang baru saya lihat di pendidikan guru
penggerak ini. Akan tetapi kekhawatiran saya terhadap kondisi kesehatan dengan
adanya pandemic covid19 ini dan kesiapan mental saya belum bisa dikalahkan oleh
keinginan saya mengikuti seleksi calon guru penggerak ini. Dan terlewatlah kesempatan saya menjadi calon
guru penggerak pertama di Kabupaten Labuhanbatu yang merupakan angkatan 3. Saya
bertekad jika nanti ada lagi kesempatan program ini dengan kondisi yang berbeda
saya akan berusaha untuk mengikuti seleksinya, sambil sering menjadi pemantau
perkembangan program pendidikan guru
penggerak ini dari berbagai akun sosial media dan juga informasi-informasi
lainnya yang saya gali dari website resmi Kemendikbud tentang bagaimana
sebenarnya program Pendidikan guru penggerak ini untuk menambah motivasi saya
agar dapat tergerak untuk mengikuti.
Seiring berjalannya waktu akhirmya dibukalah
program pendidikan guru penggerak di Kabupaten
Labuhanbatu untuk kedua kalinya yang merupakan angkatan ke 7. Bahkan saat sudah
dibuka saya masih maju mundur untuk mengikuti program ini mengingat keterampilan
saya dalam pemanfaatan IT masih jauh sehingga saya merasa belum mumpuni sementara saya
sering melihat tugas yang diunggah teman-teman saya dalam bentuk video di youtube
mereka atau di akun media sosial mereka, rasa tidak percaya diri pun hadir lagi
sebagai tantangan tersendiri bagi diri saya. Setelah terbukanya pendaftaran
Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7 ini maka saya pun bercerita
panjang lebar kepada suami tentang dibukanya program pendidikan guru penggerak
ini karena sudah menjadi kebiasaan kami berdiskusi tentang hal-hal yang akan
melibatkan dukungan satu sama lainnya, suami terkasih sangat mendukung dan
memberikan support penuh kepada saya untuk melanjutkan seleksi yang ada, bagi
saya izin darinyalah yang paling utama, karena dukungan penuh akan membuat saya
nyaman dalam melangkah ke jenjang berikutnya. Setelah mendapat dukungan penuh
dari suami dalam rangka mendukung kemajuan pendidikan, saya merasa termotivasi
menjadi guru penggerak ini agar kelak dapat menjadi pemimpin pembelajaran
dimasa depan dalam mewujudkan generasi unggul Indonesia. Selain itu juga
motivasi saya agar dapat aktif dalam
mengembangkan kemampuan diri serta mengimplementasikan ilmu-ilmu baru yang
didapat dari program guru penggerak dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa
serta menjadi teladan dan merupakan bagian dari agen transformasi ekosistem
pendidikan.
Akan tetapi menjadi calon guru penggerak tentunya
bukanlah hal yang mudah namun hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi
saya karena kualitas profesionalisme
guru harus ditingkatkan seiring dengan kemajuan perkembangan teknologi. Bagi
saya sendiri, mencari pengetahuan baru dalam mengembangkan keprofesionalan
sebagai seorang guru harus dilakukan dengan tekad yang kuat dan juga agar dapat
mengembangkan pembelajaran yang dapat memberikan manfaat dan perubahan kearah
yang lebih baik bagi para peserta didik. Adanya beberapa kelebihan dalam diri
membuat saya percaya diri walaupun masih banyak kekurangan saya terutama dalam
pemanfaatan IT. Kelebihan yang mendukung peran sebagai guru penggerak yang saya miliki adalah adanya motivasi dan tekad yang kuat. Selain
itu, kelebihan-kelebihan yang saya miliki yaitu berupa pelatihan-pelatihan baik
teknis maupun nonteknis dibidang pendidikan yang pernah diikuti dan lulus serta
beberapa kali mendapat penghargaan. Dengan beberapa kelebihan tersebut membuat
saya yakin dan percaya diri untuk mengikuti seleksi guru penggerak angkatan 7
ini.
Sebagai seorang guru profesional tentunya
saya sangat berkeinginan melakukan perubahan ataupun inovasi di sekolah yang
dapat memberikan dampak nyata terutama bagi para peserta didik. Dorongan yang
kuat agar siswa menyukai pembelajaran Kimia dan juga agar rekan-rekan sejawat
lainnya termotivasi dalam melakukan penerapan berbagai strategi pembelajaran
yang menarik dan berorientasi pada para peserta didik membuat saya semakin
mantap melaju ke program ini. Selain itu kali ini saya tidak sendiri, beberapa
diantara kami ada juga yang tertarik mengikuti seleksi kegiatan program guru
penggerak ini. Dan akhirnya karena kami ramai mengikuti pendaftaran calon guru
penggerak ini, saya pun jadi semakin bersemangat mengisi curiculum vitae yang
diminta. Selesai itu saya pun mulai melihat ada beberapa isian essai yang harus
dituntaskan, begitu melihat pertanyaan dan juga harus memenuhi syarat karakter
yang disediakan saya sempat galau lagi, tetapi saya mencoba memberikan jawaban
berdasarkan pengalaman-pengalaman yang sudah saya lakukan sehingga tulisan
dalam jawaban saya mengalir begitu saja berdasarkan fakta dan pengalaman yang
ada. Masa penulisan essai saat itu bertepatan juga dengan bulan Ramadhan dimana
saya juga disibukkkan dengan kegiatan ibadah saya dan juga tentunya akan
disibukkan dengan persiapan hari raya idul fitri. Saya sempat lalai dengan manajemen
waktu dan ketika ingin mendekati hari atau batas waktu pengunggahan, saya pun menyadari bahwa ada sedikit isian essai
lagi yang harus segera saya tuntaskan, karena saya memang mengerjakan soal
essai tidak terburu-buru, saya benar-benar mencurahkan isi pemikiran dan
pengalaman saya di essai tersebut. Dan selesailah pengunggahan soal essai yang
telah saya tuntaskan. Setelah selesai dari hiruk pikuk penulisan essai dan
menjelang hari raya Idul Fitri saya pun jatuh sakit dan harus mengontrol
kesehatan saya ke spesialis penyakit dalam. Disini akhirnya saya memasrahkan
diri ketika saya harus mengalami sakit, entah kenapa terbersit sedikit
keinginan di hati saya untuk nantinya tidak usah saja lulus jika keluar
pengumuman untuk mengikuti seleksi selanjutnya. Keadaan kesehatan saya yang tidak mendukung ini membuat saya
mengambil hikmah bahwa apapun yang Allah SWT berikan adalah yang terbaik bagi
saya. Dikarenakan juga sudah selesai cerita tentang seleksi calon guru
penggerak tahapan pertama ini, saya pun terus memanjatkan doa dan berusaha
untuk memulihkan kondisi kesehatan saya.
Hari-hari pun berlalu begitu saja dan saya tetap melaksanakan kegiatan
saya dengan semangat dan tetap mengontrol kondisi kesehatan saya.
Alhamdulillah, kondisi kesehatan saya
berangsur membaik tetapi tetap memberikan trauma bagi saya tentang rasa sakit
yang saya alami saat bulan Ramadhan kemarin. Akan tetapi dengan keadaan itu
membuat saya menyadari betapa pentingnya saya harus menjaga kesehatan dengan
baik. Pengumuman untuk seleksi tahapan kedua pun keluar dan terteralah nama
saya di dalam surat keputusan tersebut dan juga kedua teman saya yang juga
sama-sama kemarin mengikuti seleski tahap pertama. Entah bagaimana saya ingin
mengekspresikan rasa ini, bahagia atau sedih. Tetapi yang jelas saya sangat
terharu karena memang saya menyelesaikan essai tersebut tidak main-main, saya
sangat bersungguh-sungguh dalam menyelesaikannya sehingga menguras tenaga,
waktu dan juga pemikiran saya. Dalam surat tersebut saya akan mengikuti tes
tahapan kedua yaitu simulasi mengajar dan juga wawancara. Untuk simulasi
mengajar tentunya harus mengupload terlebih dahulu RPP simulasi mengajar ke halaman
guru berbagi. Saya pun berusaha menyusun RPP yang nantinya akan saya jadikan acuan
dalam simulasi mengajar. Sekalipun setiap hari tampil mengajar di depan siswa,
tetap saja saya masih sedikit grogi dalam melaksanakan simulasi mengajar kali
ini. Dengan penuh semangat kami bertiga pun mulai berkolaborasi dan mulai
latihan satu sama lain dalam penampilan mengajar sebelum kami di uji di depan
asesor. Kami bergantian dalam simulasi mengajar melalui daring, satu sama lain
kami memberikan masukan bagian mana yang harus kami perbaiki. Dan tentunya
kolaborasi ini menambah semangat diri untuk melanjutkan perjuangan ini
sekalipun kondisi kesehatan masih menghantui diri. Akhirnya kami pun selesai
sesuai jadwal yang telah ditentukan untuk melaksanakan simulasi mengajar. Masih
ada tentunya satu tahapan seleksi lagi yang harus dilalui yaitu wawancara.
Tentunya rasa tidak percaya diri dan khawatir pun muncul ketika akan
melaksanakan seleksi wawancara. Pada seleksi wawancara ini, saya memilih lokasi
dirumah saja agar saya konsentrasi dalam melaksanakan wawancara, dan saya juga
meminta suami dan anak saya agar mengizinkan saya sendirian dirumah saja agar
saya tidak terganggu. Ketika seleksi
wawancara, Alhamdulillah saya begitu percaya diri dalam menjawab semua
pertanyaan yang ada, saya sungguh bahagia ketika melaksanakan seleksi wawancara
tersebut. Saya merasa benar-benar
menggali lagi semangat dan motivasi awal saya sebagai calon guru penggerak ini.
Akhirnya saya pun selesai dari segala seleksi yang ada, Kali ini keinginan saya
berbeda saat saya melaksanakan seleksi tahap satu, jika saat itu saya tidak
ingin lulus maka kali ini ada keinginan di dalam hati ini agar Allah SWT
menganugerahkan kelulusan pada saya untuk menjadi bagian dari program pendidikan
guru penggerak ini. Dan hari-hari pun berlalu saya tidak lagi disibukkan dengan
aktivitas seleksi, saya pun menjalani hari saya sebagai seorang guru yang
tentunya selalu ingin memberikan inovasi dan juga pembelajaran yang
menyenangkan bagi siswa saya sekalipun saya masih melaksanakan semua rutinitas
itu dengan ilmu yang ada yang saya pahami. Tak terasa waktu berlalu dan surat
keputusan kelulusan keluar, di dalamnya tidak tertera nama saya dan juga
teman-teman guru SMA se-Kabupaten Labuhanbatu tidak ada nama di surat kelulusan
tersebut. Kali ini ada rasa sedih di hati saya, akan tetapi saya mencoba
berbaik sangka karena saya yakin apapun yang terjadi dalam kehidupan saya
adalah skenario terbaik dari Allah SWT, Saya ingat pernah terlintas keinginan untuk
tidak lulus saat itu, yah mungkin ini adalah jawaban yang saya inginkan karena
mungkin dengan tidak lulus saya akan fokus dalam menjaga konsisi kesehatan
saya. Selain itu, mungkin juga agar saya lebih perhatian kepada keluarga saya
terutama anak dan suami terkasih. Keadaan ini membuat saya kembali melanjutkan
rutinitas seperti biasa dengan tidak menurunkan kualitas pembelajaran saya,
apalagi harus galau berkepanjangan. Bagi saya mungkin ini menjadi refleksi agar
saya tidak sembarangan memiliki keinginan tidak lulus, hehehe.
Setelah hari itu, beberapa waktu kemudian,
saya dapat tawaran dari sekolah anak saya agar menjadi guru tamu, tentunya agar
dapat memberikan motivasi belajar pada anak sekolah dasar, saya pun bingung
apakah menerima tawaran atau menolaknya, tetapi saya mencoba memberanikan diri
dengan menerima tawaran tersebut. Tentunya menghadapi anak sekolah dasar adalah
pengalaman baru bagi saya dan saya berusaha semaksimal mungkin agar bagaimana
anak-anak tidak bosan dengan materi
tentang motivasi belajar dari saya dengan memberikan sulap kimia yang
akan menambah rasa ingin tahu dan rasa penasaran seorang anak sekolah dasar,
dan suasana pun menjadi menyenangkan. Tak disangka setelah menyelesaikan tugas
sebagai guru tamu dan kembali kerumah, saya melihat grup whatsapp sekolah saya
sudah banyak percakapannya, tetapi saya masih malas membuka karena saya masih kelelahan.
Dan tetiba saja saya menerima panggilan telepon dari salah seorang kakak rekan
guru juga yang mengikuti program ini yang biasa saya sapa dengan sebutan kak
aisya, Fit coba lihat grup SMANDURATU, memangnya kenapa kak, kata saya. Itu loh
Fit, ALHAMDULILLAH kita lulus fit, ALHAMDULILLAH, makasih ya kak informasinya.
Dengan semangat, saya pun melihat isi grup dan benar saja bahwa sudah banyak
kalimat yang berisi selamat kepada kami yang lulus. Tentunya ini menjadi
kebanggaan bagi sekolah kami dimana ada 3 orang guru yang dinyatakan lolos
untuk menjadi calon guru penggerak yang merupakan agen perubahan nantinya di
sekolah kami.
Ternyata kabar ini juga sudah tersiar di grup
whatssap MGMP Kimia Kabupaten Labuhanbatu, saya
merupakan salah seorang pengurus di sini tentunya MGMP kami juga merasa bangga
dengan adanya kelulusan guru kimia yang tadinya beberapa waktu lalu kami sempat
kecewa karena tidak ada satu pun guru SMA yang lulus. Walaupun kami merupakan
orang-orang yang lulus dengan kuota tambahan tetapi itu tak membuat langkah
saya untuk surut, kali ini saya berusaha bertanggungjawab dengan kelulusan ini.
Bismillah, Ridhoilah ya Rabb setiap langkah yang akan saya lalui. Kelulusan
yang tak disangka-sangka ini memberikan makna tersendiri bagi saya, bagaimana tidak,
saya telah melupakan hiruk pikuk program pendidikan guru penggerak ini, akan tetapi skenario yang Allah SWT
berikan datang lagi dengan cara yang tak disangka-sangka. Dan resmilah saya
sebagai calon guru penggerak Angkatan 7 yang merupakan salah satu bagian dari Agen
transformasi pendidikan. Saya berharap dapat mengikuti kegiatan ini nantinya
dengan kemudahan-kemudahan yang Allah berikan baik dari waktu, pemikiran dan
tenaga serta kesehatan yang stabil.
.png)
Komentar
Posting Komentar