QRCBN: 62-512-0927-491
Penulis :
Helwiya,
M.Pd., Rahmadi, S.Pd.,
Winda
Lestari, M.Pd., Santrifiadi, S.Pd.
Suci Paramita
Agustini, S.Pd., M.Sn.
Suwarto,
S.Ag., M.Si.
Editor: Luniasri Delly
Layout dan Cover: Zeihart dan Rizal
Redaksi: Soreang Kabupaten Bandung Jawa Barat
Kontak: 081282180370
Email: penerbittataakbar@gmail.com
Website: penerbittataakbar.com
Kertas Ukuran A5, Bookpaper, Tebal 135 Halaman
CEO PENERBIT TATA AKBAR
HATI NURAHAYU
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Semangat melakukan Refleksi bagi para Guru Penggerak dalam setiap
langkahnya sebagai pendidik. Taka da yang sempurna, semuanya memilliki
karakteristik yang berbeda tentunya memiliki cara yang berbeda dalam
mendidik siswanya.
Kegiatan Guru
Penggerak, akan membangkitkan akan pentingnya memahami Filosofi Ki Hajar
Dewantara yang menjadi suatu pijakan dalam
membumikan pendidikan untuk
generasi Indonesia di masa Emas
mendatang.
Satu buku ini
berjudul Refleksi Perjalanan Guru
Penggerak Kabupaten Indragiri Hulu, yang merefleksikan
selama menjadi Calon Guru Penggerak dan
berlanjut akan tergerak, bergerak dan
Menggerakkan. Yuk kita membaca karya mereka agar wawasan kita semakin bertambah. Salam
Literasi.
Bandung, 12 Desember 2022
PRAKATA
Alhamdulillah, catatan refleksi selama mengikuti program pendidikan guru penggerak ini dapat disusun menjadi sebuah buku. Setiap catatan yang tergores di sini, diharapkan mampu menjadi pembelajaran dan warming bagi setiap pembaca untuk dapat melakukan setiap kegiatan dalam perjal;anan hidupnya menjadi suatu kesan yang membekas kebaikan.
Setiap perjalanan
tentunya memberikan cerita yang dapat dijadikan sebuah pertanda bahwa seseorang
telah mengukir sejarah. Sebagai pengalaman yang dapat dijadikan pembelajaran
yang mendewasakan baik bagi pelaku perjalanan tersebut, maupun bagi
orantg-orang kemudian yang akan melakukan perjalanan serupa.
Berbagai certa
dan kisah yang mewarnai setiap fase dalam perjalanan ini tentulah akan menjadi
kenangan yang tidak dapat dilupakan. Akan menjadi sebuah kesan yang dapat
dijadikan penambah petuah untuk generasi berikutnya.
Pastinya, perjalanan ini haruslah perjalanan yang
bermakna, yang mampu menggerakkan orang lain melakukan perubahan positif dalam
hidupnya.
Salam dan bahagia
Rengat, 8 Desember 2022
SAMBUTAN PENERBIT … 3
PRAKATA … 4
HELWIYA
Membentang Harap … 9
Memilih Keduanya
… 34
Filosofi Ki Hajar
Dewantara …
63
Differensiasi … 7
Pengambilan
Keputusan … 78
Berdifferensiasi Itu Indah
… 83
Kodrat Alam dan
Kodrat Zaman … 104
Menumbuh Kembangkan
Satu...
Satu bukan soal
yang pertama, bukan pula tentang pilihan akan suatu keyakinan. Satu adalah
sebagai awal dari sebuah pilihan. Pilihan akan sebuah tanggungjawab.
Tanggungjawab seorang manusia akan konsekwensi dari perjalanan hidup yang ingin
memberikan makna pada orang banyak dan lingkungan.
|
P |
agi itu seperti biasa, cuaca cerah, matahari semburat memancarkan sinar jibngganya ke seluruh
alam maya pada. Aku beraktifitas biasa, menyiapkan sarapan pagi buat keluarga,
bersiap-siap pergi ke sekolah dan memasang niat bertemu murid-murid untuk
saling menyapa dan berbagi kisah semalam.
Kebiasaanku adalah sesampainya di sekolah,
langsung menghidupkan preangkat komputer dan bersiap untuk melihat tampilan
cahaya biru yang selalu mebuat rindu. Padahal cahaya biru pertanda perangkat
itu aktif adalah semburan cahaya biasa, namun selalu indah dan membuatku rindu
melihat liukannya.
Setelah melepas rindu dengan tampilan cahaya
komputer itu, akupun beranjak untuk menempelkan jari untuk mengidentifikasi
kehadrian di sekolah. Dan aku masih belum merasakan hal berbeda pagi ini, masih
rutinitas yang biasa kulakukan, dan ini tidak pernah membuatku bosan. Selalu
indah untuk merasakan proses itu.
Setelah rutinitas cek kehadiran selesai
akupun menunggu bel berbunyi, sebagai rutinitas lanjutan yang selalu kutinggu
dari hari Senin sampai Jumat setiap minggunya. Saat bel berbunyi seakan sebuah
kode yang menggerakkan seluruh ragaku untuk melangkah ke kelas menemui tempat
pertemuan dengan pujaanku.
Saat menunggu pergerakan jarum jam sampai
tepat berbunyinya lonceng, aku kembali memperhatikan layar komputer teman
setiaku itu. Dan tiba-tiba tanganku iseng menggerakkan penunjuk ke toolbar LMS
tempat belajar daring sebagai caln pengajar praktik, seminggu yang lalu. Dan
dilayar kulihat pengumuman kegiatan pembekalan Pengajar Praktik angkatan lima.
Ada tulisan “Selamat! Anda dinyatakan lulus seleksi
tahap 3 Calon Pengajar Praktik Program Guru Penggerak
Angkatan 5 tahun 2022”.
“Alhamdulillah”
Sedikit
melompat sambil bertepuk tangan, aku berteriak melihat informasi yang tertera.
Dan teriakanku mengejutkan rekan-rekan yang ada di ruangan tersebut.
“Ada
apa, Bu?”
“Ada
apa, Bu?”
“Ada
apa, Bu?”
Berulang-ulang
mereka bertanya sambil mengerubungi ku tanpa ingin melihat informasi yang
tertera di layar komputer. Sementara aku belum bisa berkata-kata apapun, masih
betah menikmati aliran kebahagiaan yang mengalir di pembuluh darah.
“Ibu..., Ibu..., Ibu...,” mereka
penasaran dengan ekspreasi yang aku tunjukkan. Mereka melihatku seperti bahagia
tapi juga menangis karena air mataku keluar tanpa kusadari. Suasana haru
menyelimuti kami semua.
“Ada
apa?”
“Ini berita duka, atau bahagia, sih?”
tanya mereka penasaran.
“Bahagia,”
jawabku pelan tapi pasti.
“Apakah?
Ibuk diangkat jadi kepala sekolah, ya...,” tebak mereka asal.
Mereka pikir bahagia itu kalau jadi
kepala sekolah saja. Aku tersungging senyuman mendengarnya.
‘Huss,
memangnya kepala sekolah sajakah yang membuat kita terharu dan bahagia?” jawabku
santai
“Habisnya,
ibuk tak bilang apa-apa sih,
“Jadinya
kami nebak aja, mana tahu memang iya,” mereka juga asal menjawab.
“Apa
donk bu...,” mereka semakin gregetan.
“Itu,”
sambil menunjuk ke layar aku mengalihkan pandangan mereka.
Sontak
merekapun melompat sambil berteriak,
”Ibuu ..., selamat ibu,”
Teriakan mereka
mengejutkan rekan guru yang sedang berada di meja piket, dan tak ayal lagi
rekan guru itu masuk ke ruangan dan mengucapkan selamat pada diriku. Keharuan
saat itupun semakin bertambah. Aku merasakan ketulusan mereka memberikan
dorongan padaku sebagai suatu energi terbarukan yang tidak dapat digantikan
dengan apapun.
“Terimakasih, team,”
ucapku lirih mensyukuri situasi ini.
Bell jam pelajaran
dimulai pun berbunyi. Pertanda dimulainya perjalanan untuk bertemu dengan
pujaan, yaitu murid-muridku tersayang yang selalu menjadi energi penyemangat
hari-hariku. Dan hari ini bell isyarat masuk kelas terdengar sangat merdu dan
memberikan kebahagiaan lebih bagiku untuk memulai perjalan
memberikan bimbingan dan motivasi pada generasi pujaan.
Langkah
kakiku lebih semangat dari biasanya, dan aku menjumpai murid-muridku dengan
penuh rona kebahagiaan, sebagai pertanda syukurku yang tak terhingga pada
anugerah yang diberikan Allah pada hidupku.
Pengumuman
kelulusan sebagai pengajar praktik memang bukan suatu hal yang harus dirasakan
sebagai suatu kebahagiaan biasa. Aku sangat memahami besarnya tantangan dan
beban tugas yang akan aku emban untuk memberikan pendampingan bersama calon
guru penggerakku nanti. Belum tahu jauhnya perjalanan yang akan kutempuh untuk
memberikan pendampingan dan saling berbagi praktik baik dalam pembelajaran
kepada rekan guru yang akan kudampingi.
Namun
semua ini wajib aku syukuri sebagai langkah awal bagiku untuk membentang
harapan akan majunya pendidikan di Indonesia. Sebagai jalan bagiku untuk
melihat generasi pujaan mendapattkan pendidikan terbaik yang bermutu yang
mereka butuhkan. Pendidikan yang akan mengantarkan mereka ke masa depan cerah.
Masa depan yang menjadi impian dan totolk ukur kemakmuran suatu bangsa yang
selalu mengedepankan pendidikan.
Kembali
bersyukur yang tiada tara, semoga aku mampu berkontribusi dan menjadi bagian
dalam program yang memajukan pendidikan di negeriku tercinta. INDONESIA.

lanjutkan berkarya
BalasHapusMasyaallah
BalasHapusTabarokallahu
Terimakasih mbak...
Semoga berkah untuk kita semua
Aamiin sama sama bun
HapusSip, Siap !
BalasHapusLuar biasa ,..mari terus berkarya..semangat
BalasHapus