Karya: Risna Dwita, M.Pd. - Editor: Hati Nurahayu, S.Pd.- Penerbit: Tata Akbar
QRCBN: 62-512-1058-611
Kertas Ukuran A5 tebal 100 halaman , Soft Cover Double laminating, Harga 60.000
Bisa sahabat dapatkan link Ebook di Google Play Store Book
Pembelajaran
Bahasa Inggris khususnya pada aktivitas membaca di mana banyaknya siswa
belum memahami isi bacaan. Ini disebabkan karena kurangnya kosa kata yang
dimiliki para siswa, kurangnya motivasi siswa di dalam pembelajaran membaca,
siswa tidak tertarik pada materi yang diberikan guru, siswa tidak mempunyai
teknik untuk memahami teks bacaan, siswa menganggap teks bacaan Bahasa Inggris
sulit untuk di pahami.
Dari Buku ini akan membawakan bagaimana menyikapi
permasalahan tersebut dengan Teknik Memahami Bacaan denan Menggunakan
Gambar-Gambar dalam Aktivitas Pre- Reading.
Membaca sebagai salah satu dari empat keterampilan
berbahasa yang penting dalam kehidupan sehari-hari yang harus dikuasai setiap
individu, terlebih lagi bagi para peserta didik yang diharuskan setiap hari untuk melakukan keterampilan ini.
Dengan membaca, mereka dapat menemukan berbagai macam informasi, ilmu dan
pengetahuan yang bermanfaat untuk diri mereka, seperti yang tertera di dalam the World Book Encyclopedia: reading is the
act of getting meaning from printed or written word. Jadi membaca merupakan
suatu kegiatan dalam rangka memahami kata-kata yang tertulis. Oleh karena itu,
di dalam kegiatan belajar mengajar, para peserta didik dituntut untuk dapat
memahami isi bacaan dari berbagai sumber yang berkaitan dengan pelajaran.
Terutama dalam mata pelajaran bahasa Inggris, mereka harus bisa memahami
berbagai macam teks dan memperoleh sesuatu, sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Hal ini didukung oleh Brown (2004) yang mengatakan bahwa dalam mempelajari
bahasa asing, membaca merupakan sebuah keahlian yang diharapkan oleh guru agar
para peserta didik mampu menguasai atau memperolehnya. Disamping itu, jika
seseorang membaca, dia akan memahami pokok pikiran, kalimat utama dan kalimat
penjelas dari materi yang dibacanya (Zainil, 2005).
Menurut Kolker (dalam
Sutarjo, 2009) membaca merupakan suatu proses komunikasi antara pembaca
dan penulis dengan bahasa tulis. Hakekat membaca ini menurutnya ada tiga hal,
yakni afektif, kognitif, dan bahasa. Perilaku afektif mengacu pada perasaan,
perilaku kognitif mengacu pada pikiran, dan perilaku bahasa mengacu pada bahasa
anak.Jadi dapat dikatakan bahwa membaca merupakan suatu proses yang saling
berkaitan antara otak dan hati terhadap materi yang
sedang dibacanya.
Ada
tiga model teori membaca, yakni Teori Bottom-Up,
Teori Top Down dan teori interactive.
Brown (2001) menyatakan bahwa pada proses bottom-up pembaca terlebih
dahulu mengetahui berbagai tanda linguistik, seperti huruf, morfem, suku kata,
kata-kata frasa, petunjuk gramatika dan tanda wacana, kemudian menggunakan
mekanisme pemrosesan yang masuk akal, koheren dan bermakna. Maksudnya, makna
itu berasal dari bawah (teks) menuju ke atas (otak/kepala). Secara harfiah,
menurut teori ini teks-lah yang menentukan pemahaman. Selanjutnya Teori Top-Down
yang dikenal sebagai model psikolinguistik dalam membaca. Model ini memandang
kegiatan membaca sebagai bagian dari proses pengembangan skemata pembaca secara
stimultan. Seperti yang dikatakan oleh Brown (2004) pembaca harus mampu
mengembangkan isi bacan dengan latar belakang pengetahuan sehingga ia mampu
menafsirkannya. Inti dari model teori Top-down adalah pembaca memulai
proses pemahaman teks dari tataran yang lebih tinggi. Pembaca memulai tahapan
membacanya dengan membaca dugaan-dugaan berkenaan dengan apa yang mungkin ada
dalam bacaan, bermodalkan pengetahuan tentang isi dan bahasa yang dimilikinya. Jadi
menurut teori Top-down dapat juga dikatakan bahwa pengetahuan,
pengalaman dan kecerdasan pembaca diperlukan sebagai dasar dalam memahami
bacaan. Terakhir Model Teori Interaktif, model ini merupakan kombinasi
antara pemahaman model Top-Down dan model Bottom-Up. Pada model
interaktif, pembaca mengadopsi pendekatan top-down untuk memprediksi
makna, kemudian beralih ke pendekatan bottom-up untuk menguji apakah hal
itu benar-benar dikatakan oleh penulis. Artinya, kedua model tersebut terjadi
secara stimultan pada saat membaca. Dengan teori itu, dijelaskan bagaimana
seorang pembaca menguasai, menyimpan dan mempergunakan pengetahuan dalam format
skemata. Kegiatan membaca adalah proses membuat hubungan yang berarti bagi
informasi baru dengan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya (skemata).

Komentar
Posting Komentar