CARA MERAIH BAHAGIA DENGAN RIYADAH KARYA USTADZ BUDI SANTOSA, S.E., S.AG.


SEGALA puji bagi Allah Ta'ala, Tuhan seluruh alam. Dia-lah Dzat yang telah mengkaruniakan kepada kita banyak kenikmatan dan kebaikan, sehingga kita dapat merasakan kebahagiaan hidup dalam iman dan Islam.

Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah Shalallahu’'alaihi wassalam, juga kepada keluarga, sahabat dan umatnya yang setia, termasuk kita sampai umat akhir zaman.

Buku di tangan anda ini, adalah buku yang berisikan amalan-amalan riyadhoh sebagai jalan untuk meniti kehidupan yang membahagiakan dalam kondisi apapun, yang tentunya sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa salam dan para salafush shalih.

Buku ini ditulis secara sistematis, dari tiap BABnya berisikan tahapan amalan riyadhoh yang merujuk pada sumber Al Qur'an dan Hadist sebagai sumber pokok dan juga sumber lainnya yakni para ulama dan para guru-guru.

Sebagai sebuah karya, buku ini tentu jauh dari sempurna. Oleh karenanya, tidak lupa penulis sampaikan agar pembaca sudi memberikan saran dan kritik yang konstruktif agar buku ini menjadi lebih bermanfaat pada masa mendatang.

Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih, terkhusus untuk orang tua, istri dan anak-anak yang selalu mensupport serta Kang Da'i selaku penggagas termasuk para pihak yang turut membantu terbitnya buku ini.

Akhirnya semoga buku ini dapat memberikan manfaat yang luas terutama kepada penulis secara pribadi yang hanya sebutir debu di Padang pasir.





 

BILA kita perhatikan, orang-orang di sekitar kita sibuk pontang-panting, ke sana-kemari, dari pagi sampai malam malah terkadang sampai pagi lagi. Setiap hari pulang-pergi sibuk dengan persoalan dunia yang terkadang sibuk tidak jelas sampai melupakan ibadahnya.

Apakah kita termasuk yang demikian?

Intinya yang sama-sama kita cari adalah KEBERUNTUNGAN DAN KEBAHAGIAAN

Setiap orang pasti ingin hidupnya BERUNTUNG.  Tidak ada satupun orang yg ingin hidupnya mengalami kerugian.

Betul tidak ?

Setiap orang pasti ingin hidupnya BAHAGIA. Tidak ada satupun org yang ingin hidupnya sengsara.

BERUNTUNG DAN BAHAGIA layaknya uang koin, satu sisinya keberuntungan dan di sisi lainnya adalah kebahagiaan, saling berperan.

Kebahagiaan itu merupakan dambaan setiap manusia. Fitrah manusia tidak menginginkan adanya kesengsaraan, baik lahir maupun batin.

Namun, terkadang manusia berpikir secara materialistis, bahwa kebahagiaan itu ada pada kebendaan yang bisa kita rasakan semata, yaitu:

   Pada harta yang kita miliki.

   Pada kecantikan/ketampanan dan performa diri.

   dan lain sebagainya.

Jika ukuran kebahagiaan hanya ada pada aspek fisik seperti itu, lalu mengapa banyak orang yang bergelimang harta, berpangkat, berkedudukan dan berkuasa, tetapi hidupnya

tetap saja gelisah alias stress?

Karena aspek batinnya gersang; tidak punya energi bathiniah. Inilah fitrah yang tidak bisa dipungkiri. Sebanyak apapun harta yang dimiliki, seluas apapun kekuasaan di dunia yang ia pegang; jika tidak punya energi bathiniah, maka ia akan terus hidup dalam kegelisahan alias tidak bahagia. Walau terlihat tertawa tapi hatinya menderita. Maka energi bathiniah ini penting sekali sebagai modal untuk kita bahagia.

Bagaimana agar kita punya energi bathiniah, sehingga kita bisa bahagia ?

 

Ikuti saja pedoman dan strategi hidup yang sudah Allah firmankan  dalam Al Qur'an, lalu ikuti arahan secara teknisnya di dalam hadits Rosulullah Shalallahu 'alaihi wassalam, agar langkah kita sesuai strategi yang Allah kasih, karena Allah yang menciptakan kebahagiaan,  jadi kita jangan so tau dalam melangkah.

Allah yang menciptakan rezeki kita, dan Allah pula yang memberikannya kepada kita, tidak akan salah alamat dan tidak ada yang sanggup menghalangi apalagi menjegal Allah, kalau sudah rezeki kita, tidak akan ke mana.

Dan Allah yang  Maha Mampu menurunkan energi Rahmat kepada kita, sehingga kita akan hidup enjoy bahagia. Untuk meraih itu semua ,tentunya ada syarat dan ketentuan yang berlaku, salah satunya kita harus melakukan riyadhoh sebagai modal meraih bahagia.

Secara bahasa, riyadhoh ini artinya pengajaran dan pelatihan/melatih diri. Sedangkan secara istilah, riyadhoh artinya melakukan amalan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dan proses riyadhoh ini dalam ilmu tasawuf disebut dengan ath-Thoriqoh.

Kalau sudah melakukan amalan-amalan dalam riyadhoh ini, seorang Muslim akan enjoy dalam hidupnya, mampu menyebarkan rahmat dari Allah dengan menebar kebaikan, sehingga Allah akan menurunkan keberkahan pada hidupnya dan itulah energi batiniah yang akan membuat kita bisa enjoy bahagia dalam kondisi apapun, (ingat dalam kondisi apapun, mau kita hidup sederhana,sedang sakit,sedang terpuruk tetap akan bahagia enjoy menjalaninya).

 Karena Allah akan menumbuhkan energi dalam bathinnya, yaitu rasa manis terhadap semua amal ibadah yg dilakukan. Mereka akan merasakan nikmatnya sholat, nikmatnya puasa, nikmatnya dzikir, nikmatnya ikhtiar/kerja/usaha dan nikmat amalan lainnya, serta akan merasakan nikmatnya dalam kondisi sederhana, nikmat dalam kondisi sakit dan nikmat dalam kondisi apapun,karena merasa dijalani bersama Allah yang Maha Menyayangi.

Bisa jadi ketika kita dilanda suatu penyakit, itu sebagai cara kasih sayang Allah kepada kita, maksudnya untuk mengikis dosa-dosa kita, daripada nanti di alam kubur dikikisnya.

Kalau dikikisnya di dunia ,kita masih bisa ikhtiar memperbaiki diri tapi kalau dikikisnya di alam kubur, kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dikikis dengan siksa yang sangat pedih.

Lebih baik dikikis dosanya saat kita di dunia ,agar nanti saat di alam kubur, kita sudah ringan terbebas dari dosa dan tentunya akan ditempatkan ditempat yang mulia.

Jadi kalau kita jalankan 7 amalan Riyadoh ini  ,maka kita akan selalu enjoy bahagia dalam kondisi apapun.

Mari kita baca, simak dan amalkan setiap materi yang dibahas.

                                                

SIlahkan Sahabat bisa memiliki satu buku ini yang akan memberikan penvcerahan  Hati agar kita bisa menjadi  Hamba Allah yang lebih baik. PEsan saja ke 081282180370  atau email penerbittataakbar@gmail.com 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar