SEGALA puji bagi
Allah Ta'ala, Tuhan
seluruh alam. Dia-lah
Dzat yang telah mengkaruniakan
kepada kita banyak kenikmatan dan kebaikan, sehingga kita dapat merasakan
kebahagiaan hidup dalam iman dan Islam.
Sholawat
dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah Shalallahu’'alaihi
wassalam, juga kepada keluarga, sahabat
dan umatnya yang setia, termasuk kita sampai umat akhir zaman.
Buku
di tangan anda ini, adalah
buku yang berisikan amalan-amalan riyadhoh sebagai jalan untuk meniti kehidupan
yang membahagiakan dalam kondisi apapun, yang tentunya sebagaimana telah
dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa salam dan para salafush
shalih.
Buku
ini ditulis secara sistematis, dari tiap BABnya berisikan tahapan amalan
riyadhoh yang merujuk pada sumber Al Qur'an dan Hadist sebagai sumber pokok dan
juga sumber lainnya yakni para ulama dan para guru-guru.
Sebagai
sebuah karya, buku ini tentu jauh dari sempurna. Oleh
karenanya, tidak
lupa penulis sampaikan agar pembaca sudi memberikan saran dan kritik yang
konstruktif agar buku ini menjadi lebih bermanfaat pada masa mendatang.
Penulis
juga mengucapkan banyak terima kasih, terkhusus
untuk orang tua, istri
dan anak-anak yang selalu mensupport serta Kang Da'i selaku penggagas termasuk
para pihak yang turut membantu terbitnya buku ini.
Akhirnya
semoga buku ini dapat memberikan manfaat yang luas terutama kepada penulis
secara pribadi yang hanya sebutir debu di Padang pasir.
BILA kita
perhatikan, orang-orang
di sekitar kita sibuk pontang-panting, ke sana-kemari,
dari pagi sampai malam malah terkadang sampai pagi lagi. Setiap hari
pulang-pergi sibuk dengan persoalan dunia yang terkadang sibuk tidak jelas
sampai melupakan ibadahnya.
Apakah
kita termasuk yang demikian?
Intinya
yang sama-sama kita cari adalah KEBERUNTUNGAN
DAN KEBAHAGIAAN
Setiap
orang pasti ingin hidupnya BERUNTUNG. Tidak
ada satupun orang yg ingin hidupnya mengalami kerugian.
Betul tidak ?
Setiap
orang pasti ingin hidupnya BAHAGIA. Tidak
ada satupun org yang ingin hidupnya sengsara.
BERUNTUNG
DAN BAHAGIA
layaknya uang koin, satu sisinya keberuntungan dan di sisi lainnya adalah
kebahagiaan, saling berperan.
Kebahagiaan
itu merupakan dambaan setiap manusia. Fitrah manusia tidak menginginkan adanya
kesengsaraan, baik lahir maupun batin.
Namun,
terkadang manusia berpikir secara materialistis, bahwa kebahagiaan itu ada pada
kebendaan yang bisa kita rasakan semata, yaitu:
• Pada harta yang kita miliki.
• Pada kecantikan/ketampanan dan performa diri.
• dan lain sebagainya.
Jika ukuran kebahagiaan hanya ada pada aspek
fisik seperti itu, lalu mengapa banyak orang yang bergelimang harta,
berpangkat, berkedudukan dan berkuasa, tetapi hidupnya
tetap
saja gelisah alias stress?
Karena
aspek batinnya gersang; tidak punya energi bathiniah. Inilah fitrah yang tidak
bisa dipungkiri. Sebanyak apapun harta yang dimiliki, seluas apapun kekuasaan
di dunia yang ia pegang; jika tidak punya energi bathiniah, maka ia akan terus
hidup dalam kegelisahan alias tidak bahagia. Walau terlihat tertawa tapi hatinya menderita. Maka energi
bathiniah ini penting sekali sebagai modal untuk kita bahagia.
Bagaimana
agar kita punya energi bathiniah, sehingga kita bisa bahagia ?
Ikuti
saja pedoman dan strategi hidup yang sudah Allah firmankan dalam Al Qur'an, lalu ikuti arahan secara
teknisnya di dalam hadits Rosulullah Shalallahu 'alaihi wassalam, agar langkah
kita sesuai strategi yang Allah kasih, karena Allah yang menciptakan
kebahagiaan, jadi kita jangan so tau dalam melangkah.
Allah
yang menciptakan rezeki kita, dan Allah pula yang memberikannya kepada kita,
tidak akan salah alamat dan tidak ada yang sanggup menghalangi apalagi menjegal
Allah, kalau sudah rezeki kita, tidak akan ke mana.
Dan
Allah yang Maha Mampu menurunkan energi
Rahmat kepada kita, sehingga kita akan hidup enjoy bahagia. Untuk meraih itu
semua ,tentunya ada syarat dan ketentuan yang berlaku, salah satunya kita harus
melakukan riyadhoh sebagai modal meraih bahagia.
Secara
bahasa, riyadhoh ini artinya pengajaran dan pelatihan/melatih
diri. Sedangkan secara istilah, riyadhoh artinya melakukan amalan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dan
proses riyadhoh ini dalam ilmu tasawuf disebut dengan ath-Thoriqoh.
Kalau
sudah melakukan amalan-amalan dalam riyadhoh ini, seorang Muslim akan enjoy
dalam hidupnya, mampu menyebarkan rahmat dari Allah dengan menebar kebaikan,
sehingga Allah akan menurunkan keberkahan pada hidupnya dan itulah energi
batiniah yang akan membuat kita bisa enjoy bahagia dalam kondisi apapun, (ingat
dalam kondisi apapun, mau kita hidup sederhana,sedang sakit,sedang terpuruk
tetap akan bahagia enjoy menjalaninya).
Bisa
jadi ketika kita dilanda suatu penyakit, itu sebagai cara kasih sayang Allah
kepada kita, maksudnya untuk mengikis dosa-dosa kita, daripada nanti di alam
kubur dikikisnya.
Kalau
dikikisnya di dunia ,kita masih bisa ikhtiar memperbaiki diri tapi kalau
dikikisnya di alam kubur, kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dikikis
dengan siksa yang sangat pedih.
Lebih
baik dikikis dosanya saat kita di dunia ,agar nanti saat di alam kubur, kita
sudah ringan terbebas dari dosa dan tentunya akan ditempatkan ditempat yang
mulia.
Jadi
kalau kita jalankan 7 amalan Riyadoh ini
,maka kita akan selalu enjoy bahagia dalam kondisi apapun.
Mari kita baca, simak dan
amalkan setiap materi yang dibahas.
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
Komentar
Posting Komentar